Sabtu, 08 Januari 2011 |
Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” telah reinkarnasi menjadi “Garuda di Dadaku” |
Euphoria piala AFF 2010 yang baru saja usai kemarin, menyisakan kesan tersendiri buat ku dan masyarakat Indonesia. Betapa tidak, para laskar tim sepakbola nasional telah menampilkan permainan terbaik mereka. Jutaan mata tetuju pada pertandingan final Indonesia vs Malaysia beberapa waktu lalu. Dari kakek, bapak, ibu, paman, bibi, kakak, adik, anak, cucu bahkan kaum hawa yang tidak pernah2nya menonton pertandingan sepakbola di tv maupun langsung di stadion turut menonton aksi Bambang Pamungkas cs bertanding. Meski tak juara, namun sebagian besar masyarakat Indonesia telah meng elu elu kan mereka bak selebritis papan atas Indonesia.
Kemenangan, memang menjadi ego tersendiri bagi yang bertanding dan para pendukungnya. Namun sayangnya Indonesia tidak juara. Tapi, biar bagaimanapun mereka telah menampilkan hiburan yang spektakuler. Menjelang sebelum dan sesudah pertandingan, segenap rakyat Indonesia bersatu padu untuk mendukung Timnas Indonesia dengan tak henti-hentinya menyanyikan lagu Garuda Didadaku.
Ya, rakyat Indonesia kali ini bersatu padu berbaur seolah menanggalkan ego status sosial mereka. Mendukung dengan cara-cara yang unik dan kreatif menurut profesi masing-masing. Inilah bentuk Bhineka Tunggal Ika yang sebenar-benarnya. Semboyan para leluhur yang sempat beku itu, kini bergelora kembali, ia telah reinkarnasi menjadi “Garuda di Dadaku”.
Beberapa bulan yang lalu aku sempat menulis di blog ini tentang minimnya penghayatan Bhineka Tunggal Ika (baca…..bhineka ) akhir2 ini. Dan saat ini, semboyan tersebut telah menggidikkan bulu roma tat kala aku melihat euphoria yang begitu dasyatnya. Sungguh sangat ruar binasa eh.. luar biasa maksudnya ^_^
Aku hanya berharap agar perkembangan sepakbola semakin maju dan PSSI tidak lagi bersifat diskriminatif…. |
posted by pojokjambi @ 15.18  |
|
2 Comments: |
-
-
iya, karena pengurus PSSI masih didominasi orang2 tua... coba kalo 50%nya didominasi orang muda mungkin hasilnya akan berbeda dari yang sekarang. tidak terkesan amburadul.
|
|
<< Home |
|
|
|
Semboyannya udah bagus "Garuda di Dadaku", tapi PSSI-nya masih memble...hehe
Kenalilah 5 tanda-tanda PENTING gejala SERANGAN JANTUNG